Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituduh Sampah ke Dealer Tipuan

Home ยป Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituduh Sampah ke Dealer Tipuan

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituduh Sampah ke Dealer Tipuan

OTOSIA.COM – Pada 6 September 2019, Esemka, yang pernah diprediksi menjadi mobil nasional, akhirnya diresmikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Bersamaan dengan peresmian pabrik di Boyolali, Jawa Tengah, Esemka Bima pickup 1.2 dan 1.3 juga bergulir.

Meski begitu, Esemka hanyalah merek mobil nasional. Bukan sebagai mobil nasional milik Indonesia, seperti yang digema selama ini.

Namun jika Anda menoleh ke belakang, banyak hal yang dilewati oleh kemunculan mobil merek nasional ini. Jauh sebelum diluncurkan secara resmi, Esemka penuh kontroversi selama 2019.

1 dari 6 halaman

Mobil listrik

Mobil listrik

Pada April 2019, beredar gambar mobil Esemka dengan stiker Pindad di kompleks pabrik Esemka, di desa Demangan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Kabarnya, mobil ini ditenagai oleh listrik yang dikembangkan oleh Esemka dan Pindad.

"Kami membuat (motor listrik). Itu adalah nama magnet permanen, kami harus membelinya. Untuk komponen kami masih mengimpor, jadi kami membeli magnet permanen kemudian kami membuatnya di Pindad. Jika semua rakitan sudah ada di Pindad Impor berasal dari Cina dan Jepang. Magnet kami tidak memilikinya permanen, "kata Direktur Pelaksana Pinda, Abraham Mose, saat itu dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/4/2019).

2 dari 6 halaman

Harga Mobil Esemka

Harga Mobil Esemka

Setelah beredar kendaraan listrik, titik terang tentang keberadaan Esemka menjadi lebih jelas dengan nama Garuda Esemka dalam register milik Permendagri. Esemka Garuda 1 terdaftar di Permendagri No. 14 tahun 2019, dan termasuk dalam kategori mobil penumpang minibus.

Dalam data, Nilai Penjualan Kendaraan Bermotor Esemka Garuda 1 (NKJB) mencapai Rp 209 juta. Meski begitu, saat itu masih belum diketahui spesifikasi dan fitur apa yang menjadi senjata Esemka Garuda 1.

Mobil Esemka lain yang terdaftar dalam daftar pajak kendaraan bermotor baru adalah Bima. Tetapi hanya ada Esemka Bima 1,2 M / T yang tercantum dalam daftar. NJKB Bima dalam jumlah Rp 81 juta. Tetapi jika dipasarkan, harga Bima jelas akan lebih dari nilai nominal.

3 dari 6 halaman

Harus Tes Ulang

Harus Tes Ulang

Jenis uji mobil Esemka telah dilakukan pada 2018 lalu. Namun ternyata, saat Type Test Certification (SUT), Esemka masih menggunakan Euro2. Meskipun Indonesia telah menerapkan standar emisi gas buang Euro4.

Itulah sebabnya Esemka hanya memiliki tipe mesin diesel. Jika Esemka ingin memproduksi kendaraan bermesin bensin, Kepala Subdirektorat Uji Jenis Kendaraan Bermotor dari Kementerian Perhubungan, Dewanto Purnacandra mengatakan bahwa Esemka harus melakukan tes ketik ulang.

"Itu berarti dia harus menyerahkan tes lain untuk Euro4, yang belum pernah dilakukan oleh mereka. Semua mobil memiliki tes tipe 11-1n jika saya tidak salah, ya semuanya Euro2. Jika Anda ingin produksi untuk mengajukan lagi, "kata Dewanto.

4 dari 6 halaman

Pos Resmi Diluncurkan

Pos Resmi Diluncurkan

Tampaknya, tantangan Esemka tidak berhenti ketika dilantik. Sebab, saat itu masyarakat seolah sudah menunggu kehadiran mobil merek lokal ini. Begitu dirilis, Esemka semakin menuai kontroversi.

Itu tidak lain adalah desain mobil Esemka yang disebut menjiplak mobil pikap Cina. Banyak orang bahkan menganggap Esemka Bima sebagai rebadge dari Changan Star Truck.

Sepintas memang terlihat mirip, tetapi gril depan, lampu depan, dan bumper trapesium membedakan keduanya secara fisik. Sementara itu, dari sisi viscera, di atas kertas, ukuran Changan Star Truck berbeda dengan Bima.

Esemka Bima memiliki dimensi panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm dan tinggi 1.890 mm dan jarak sumbu 2.900 mm. Sementara Changan Star Truck memiliki panjang 4.660 mm, lebar 1.620 mm, tinggi 1.890 mm, dan jarak gandar 2.900 mm.

Kedua kapasitas mesin sama, 1.243 xx E-Power DO4 DOHC bertenaga 96,5 hp. Hanya berbeda dalam jumlah torsi yaitu 119 Nm untuk Bima dan 112 Nm untuk Changan Star Truck.

Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian, yang saat itu dipegang oleh Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa komponen mobil memang memiliki kesamaan. Alasannya, terkadang perusahaan memiliki kemitraan dalam membuat platform mobil.

"Jadi itu normal, sama seperti Fiat di Italia dan di Spanyol kursinya adalah platform yang sama tetapi desainnya sedikit berbeda. Jadi hal yang umum untuk banyak platform. Marcedes di Korea adalah Sangiong, jadi kita tidak bisa mengatakan Sangiong "Ini penjiplakan. Ini bukan plagiarisme tapi multiplikasi, sumber, multi platform dan mereka memiliki kerja sama," jelas Airlangga, seperti dilansir Merdeka.com.

5 dari 6 halaman

Tidak Melantik Dealer

Tidak Melantik Dealer

Setelah berita itu, tantangan lain masih harus dihadapi oleh Esemka. Masalah membuka dealer pertama yang disebut hanya rumor alias hoak.

Sempat beredar foto peresmian dealer Esemka pertama melalui akun Instagram atas nama Esemka (@esemka_official), pada 15 Oktober 2019. Namun, ketika dikonfirmasi ke lokasi informasi itu tidak dibenarkan.

"Hari ini tidak ada agenda untuk membuka showroom. Manajemen dan atasan juga tidak memiliki banding mengenai informasi tentang pembukaan showroom. Itu adalah sebuah lelucon," kata petugas keamanan ketika diperlihatkan akun IG atas nama akun resmi dari PT Solo Manufaktur Kreasi, dikutip dari Liputan6.com.

6 dari 6 halaman

Memesan banyak

Memesan banyak

Terlepas dari semua hal negatif yang menimpa Esemka, kabar baiknya produk Esemka cukup dapat diterima. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Asosiasi Kepala Desa Indonesia (Apdesi), Budiman Sudjatmiko.

"Mobil komersial Esemka akan mencukupi produk pertanian di desa-desa, dan sudah ada 60 unit dipesan dari sejumlah desa di Bengkulu dan Kalimantan," kata Budiman, saat menghadiri pelantikan minggu lalu, dikutip dari Merdeka.com.

Sebelumnya, diketahui bahwa Kementerian Pertahanan juga membeli 10 unit Esemka Bima. "Pembelian mobil Esemka dimaksudkan sebagai bukti cinta dan dukungan Kementerian Pertahanan untuk produksi anak-anak bangsa," tulis siaran pers yang diterima Kementerian Pertahanan, Selasa (15/10). 2019).

Selain Kementerian Pertahanan, pengambilan Esemka Bima buatan PT Solo Manufaktur Kreasi telah secara resmi diserahkan kepada Angkatan Udara Nasional Indonesia sebanyak 35 unit. Sikap ini kemudian diserahkan ke unit Lanang Atang Sendjaja di Terminal Selatan Halim Perdana Kusuma Lanud, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

Mengutip halaman tni-au.mil.id, unit Atang Sendjaja Lanud yang menerima mobil Esemka Bima adalah, Skuadron Udara 6, Skuadron Udara 8 dan Skatek 024. Serah terima unit simbolik diberikan kepada Komandan Skuadron Air 8 sebagai perwakilan dari Pangkalan Udara ATS.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Udara Yuyu Sutisna menjelaskan bahwa penyerahan mobil Esemka Bima selain mendukung kegiatan operasional unit TNI Angkatan Udara, juga merupakan kontribusi Angkatan Udara dalam mendorong pertumbuhan industri mobil domestik.

Sebelumnya, Angkatan Udara Indonesia pada tahap ini membeli 35 unit mobil Bima Esemka untuk mendukung layanan resmi dan operasi penerbangan serta berbagai kebutuhan layanan lainnya.

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

About the Author:

Leave A Comment

Powered by : idn poker & Work by : judi bola

X
Banner iklan disini