Terios 7 Wonders 2019: Mengungkap Cacat, Membuka Mata

Home ยป Terios 7 Wonders 2019: Mengungkap Cacat, Membuka Mata

Terios 7 Wonders 2019: Mengungkap Cacat, Membuka Mata

VIVA – Ketika bergabung dengan ekspedisi Terios 7 Wonders 2019 yang diadakan oleh PT Astra Daihatsu Motor, VIVA.co.id diberitahu bahwa ada dua misi perjalanan. Yang pertama adalah menjelajahi keindahan alam, dan yang kedua untuk menguji ketangguhan All New Daihatsu Terios.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga perjalanan. Mulai dari wilayah Bengkulu, mengembara ke Pontianak ke Kuching, Malaysia, dan berakhir menikmati alam Kolaka, Sulawesi Utara.

Meski dua tujuan utama benar-benar bisa dirasakan, tetapi ada hal lain yang didapat saat mengikuti petualangan ini. Yakni, kita bisa melihat secara langsung masalah yang dialami secara alami, akibat aktivitas manusia.

Misalnya, ketika di Bengkulu kami mengunjungi pusat konservasi gajah di Seblat, Bengkulu Utara. Hewan yang memiliki ingatan yang sangat kuat semakin sedikit, karena diburu untuk gadingnya.

Menurut data dari Wolrd Wildlife Fun, jumlah Gajah Sumatera saat ini kurang dari 3.000. Status hewan seberat lima ton hampir punah. Padahal, keberadaan mereka sangat penting untuk kelangsungan hutan, berkat benih tanaman yang dibawa selama perjalanan mereka.

Hal yang sama terlihat, ketika kami menjelajahi Kalimantan Barat ke Sarawak, dan tiba di Cagar Alam Semenggoh. Populasi orangutan di Kalimantan, terutama di wilayah barat, telah menurun secara dramatis.

WWF mengatakan bahwa hanya ada sekitar 1.500 orangutan di daerah itu, dari puluhan ribu tahun yang lalu. Kepunahan mereka adalah hasil dari penebangan liar dan perburuan liar. Seperti gajah, orangutan memainkan peran penting dalam pelestarian hutan.

Akhirnya, kami melakukan perjalanan ke Pulau Padamarang di Kolaka. Kawasan yang termasuk dalam daftar konservasi taman alam laut ini sangat indah, baik dilihat dari atas maupun bawah. Dari puncak Gunung Padamarang, kita bisa melihat hamparan laut biru yang eksotis. Sementara itu, dunia bawah laut ditaburi terumbu karang,

Sayangnya, kondisi pantai tidak terawat. Banyak sampah berserakan, yang dibuang oleh para wisatawan. Untuk mempertahankan keindahannya, tim T7W mengambil tindakan untuk membersihkan pantai.

Kami punya banyak pengalaman selama T7W tahun ini. Mulai dari terperangkap oleh banjir dan putusnya jalur di Bengkulu, hingga mengunjungi titik-titik gelap di Pontianak. Semua itu bisa dilakukan, berkat keandalan All New Daihatsu Terios.

About the Author:

Leave A Comment

Powered by : idn poker & Work by : judi bola

X
Banner iklan disini